“lumayan kerja di dua tempat, jadi ada tambahan penghasilan..” kata seorang pemuda memulai pembicaraan
“loe kerja di dua tempat. gmn caranya?” tanya teman-nya
“iya yg satu kerja on site alias harus ngantor, satu lagi remote alias bisa dimana aja yg penting kerjaan beres”
“hari gini masih nyari kerja, dua tempat pula. bisnis dong, ga jaman kerja terus”
pemuda tersebut kesal dengan ucapan teman-nya. dia emosi tapi bisa menjaga sikap hanya agar tidak terjadi konflik dengan temannya
“enak banget lo ngomong gitu. iya loe enak, lha istri loe kerja jadi ada 2 penghasilan, nah gue istri fulltime ibu rumah tangga. kaya yg tau aja planning hidup gue dengan enaknya komen gitu” bisik pemuda dalam hatinya
“kan yg penting halal & bisa dikerjakan. ini juga buat ngumpulin modal” jawab si pemuda
“ya ya ya ya…” timpal teman nya
kesal.

— ” —

ada yg salah dengan bekerja?
ngga, bekerja ngga salah dan sah sah aja dengan syarat halal & benar cara untuk mendapatkannya serta hasil yang didapatkannya. mungkin ideal-nya adalah mempunyai usaha sendiri, mempunyai bisnis sendiri. tapi tidak semua orang mempunyai hal-hal yang membuat dia bisa mempunyai usaha atau bisnis sendiri. entah itu mungkin seseorang tidak mempunyai ide untuk memulai usaha atau bisnis. entah itu mungkin seseorang itu tidak mempunyai modal. atau mungkin dia sedang melakukan persiapan launching untuk bisnis-nya, seraya persiapannya maka ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya (dan keluarganya) caranya melalui bekerja pada orang lain.

— ” —

“masih kerja? kapan punya usaha”
emang kamu tahu saya ga akan punya usaha? emang kamu tahu saya bakal kerja terus? emang kamu tahu saya akan jadi karyawan sampai mati? emang kamu tahu usaha-mu bakal jalan sampai kiamat?
“buka usaha dong, modal tinggal pinjem. ide tinggal nyari”
maaf kalau ngga urgent saya ga akan pinjem. emang kamu tahu uang gaji saya buat modal usaha? emang kamu tahu ada berapa ide bisnis di kepala saya?
isi kepala orang, hanya orang itu & allah yang tahu maka berhenti mengajukan pertanyaan & pernyataan yang cenderung menjatuhkan. tidak ada guna-nya.

saya hanya menulis ini karena saya mau.
saya menulis ini karena sudah banyak pertanyaan yg sejatinya tidak usah ditanyakan, toh yg ditanya tidak lebih tahu isi kepala saya dan pilihan pilihan hidup saya, tidak lebih tahu planning hidup saya, tidak lebih tahu kondisi saya.

boleh berbeda pendapat, tapi tidak berdebat
boleh bermimpi, tapi ingat realita
boleh beridealisme, tapi tidak berkhayal
boleh mencoba terbang, tapi ingat jatuh

*tulisan ini dibuat oleh “karyawan” yg introvert (yg cenderung kontemplatif) & punya otak kiri yg dominan (yg cenderung segalanya harus teratur & masuk akal. yg segala sesuatunya harus penuh perhitungan dengan segala pertimbangan). tapi juga punya khayalan yg liar dan mimpi yg tinggi.

Categories: Uncategorized

0 thoughts on “Tulisan “karyawan””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *