Malam itu adalah malam pertama kali kami berbincang. maklum karena hanya beberapa kali bertemu (didampingi muhrim) & tanpa banyak berbincang. kami sedikit melepas lelah setelah seharian menerima tamu undangan dengan saling berbincang. berbincang tentang diri kami. diri saya. diri istri. berbincang tentang keluarga kami. keluarga saya. keluarga istri. berbincang tentang hidup kami. hidup saya. hidup istri. hidup kami setelah menjadi suami istri. Lalu tanpa dinyana istri bertanya pertanyaan yang cukup mengejutkan.
“A..” panggil istri saya sambil menyenderkan kepalanya diatas dada saya dan tangannya dgn erat melingkar di pinggang saya “apakah neng memenuhi kriteria ideal aa sebagai seorang istri?” lanjut istriku
cukup kaget saya ketika mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yg sebenarnya saya sudah siapkan jawabannya tapi tak disangka akan ditanyakan juga oleh istri saya. maka saya cukup lama diam sebelum menjawab pertanyaan istri saya.

—— *——

  Ketika memilih pendamping hidup. perempuan memilih calon suami. laki-laki memilih calon istri. maka ada daftar kriteria yang telah ditentukan oleh seorang laki-laki maupun perempuan. Kriteria A sampai Z. kriteria prinsipil bahkan kriteria non-prinsipil. kriteria materi dan non materi. kriteria ukhrawi dan duniawi. Wajar ketika menentukan kriteria tertentu untuk calon pasangan kita, ada idealisme dalam setiap point kriteria-nya, ada tujuan dari setiap point kriteria-nya. maka tak salah pula akhirnya ketika kriteria yang telah ditentukan harus melekat pada calon pasangan hidup.
Hanya saja satu hal yang harus dipahami adalah tak tentu seluruh kriteria yang telah ditentukan akan melekat pada calon pasangan. 1 diantara sekian kriteria mungkin tak terpenuhi. banyak dari sekian kriteria mungkin tak terpenuhi. maka kesabaran haruslah mengikuti ikhtiar dalam menentukan dan mencari calon pasangan hidup.
Kalaupun terpenuhi, maka pastilah ada “kekurangan” yang ditemukan. ketika seluruh kriteria telah terpenuhi mungkin ada sifat yg melekat pada pendamping yang baru ditemukan setelah menikah. maka harus-lah kriteria dalam menentukan calon pasangan hidup harus diiringi kesabaran. tanpa kesabaran yg mengiringi, maka kekecawaan-lah akhirnya yang muncul hingga akhirnya ketidak puasan dan mewujud pada hal lain yang menistakan.
Dalam kriteria memilih calon pasangan hidup maka saya teringat sebuah hadist rasullullah : “Dari Abu hurairah RA dari nabi Muhammad SAW, beliau berkata “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara karena hartanya, karena kedudukannya, (atau) karena kecantikannya. (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama maka kau akan beruntung. Kalau tidak demikian niscaya kau akan merugi (HR Bukhari Muslim)
–“–
“neng..” jawab saya setelah beberapa saat berpikir & memilah kata seraya memegang ubun-ubun pasangan & makmum saya  “jujur neng tidak memenuhi kriteria ideal aa sebagai istri”.
jawaban pembuka saya,membuat tangan istri saya yg melingkar di pinggang sedikit mengendur. sikapnya berubah.
maka saya melanjutkan jawaban pertanyaannya
“Tapi neng, ketika aa memilih calon istri maka aa telah menyadari bahwa kriteria-kriteria calon istri aa mungkin dan bisa jadi tidak terpenuhi semua. Kalaupun terpenuhi semua maka aa pasti akan menemukan kekurang dibalik terpenuhinya seluruh kriteria-kritera calon istri. Makanya dari banyaknya kriteria calon istri yang aa buat, maka aa mengutamakan beberapa kriteria saja yang menurut aa penting & prinsipal. Dan alhamdulillah kriteria-kritera utama tersebut ditemukan dalam diri neng. Maka kriteria lainnya aa anggap terpenuhi & peluang aa untuk mendapat pahala untuk kesabaran”
Jawaban tersebut sepertinya membuat tenang istri saya. dia mendekap lebih erat dari sebelumnya.
“oh gitu a,alhamdulillah..oh ya a, boleh ga neng tanya lagi?”
“oh boleh…tanya apaan sayang?”
“apa aja kriteria yg tidak terpenuhi tadi itu?”
pertanyaan terakhir istri saya, sangat mengagetkan diluar perkiraan saya. maka saya pura-pura tertidur agar tidak harus menjawab pertanyaan tersebut.

1 Juni 2015
@Pondok Mertua Indah

Categories: Tulisanku

0 thoughts on “Istriku Kau Tidak Memenuhi Kriteriaku…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Tulisanku

Lie to me* (TV Series) : Your Gesture Reveal Yourself

    Psikologi merupakan salah satu bidang yang sangat saya gandrungi (selain dunia IT tentunya). Sejak tingkat SLTA kelas 2 saya mulai menyukai bacaan yang berkaitan dengan tema psikologi, hingga sekarang pun bacaan psikologi selalu menjadi Read more…

Film

Silicon Valley (TV Series) : Perjuangan Startup

      Film seri luar negeri memang tidak seperti film seri indonesia (baca:sinetron), film-film seri luar negeri seperti tidak setengah-setengah dalam memproduksinya. ada beberapa film seri luar negeri yang saya pernah & sedang tonton, diantaranya The Read more…

PHP

Masih PhalconPHP

    Beberapa hari ini saya lebih intens mempelajari PhalconPHP sekaligus sedikit implementasi apa yg saya pelajari pada kasus-kasus yang saya pikir lebih rumit tapi kemungkinan ditemukan kasus tersebut ketika development cukup besar. Hasilnya saya jatuh Read more…