“Diam Itu Emas”

“Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

    Manakah yang lebih baik antara banayk berbicara & Diam?
Saya tidak menjadi seorang hakim yg memutuskan bahwa banyak berbicara lebih baik daripada diam, ataupun sebaliknya diam lebih baik daripada banyak berbicara karena pada hakikatnya keduanya mempunyai kemanfaatan yang sama bila sesuai konteknya. ketika konteknya menebar kebaikan maka banyak berbicara lebih baik dari pada diam, tetapi bila konteknya personal maka sebenarnya diam lebih baik daripada banyak berbicara (menurut pemahaman awam saya).

    Saya pernah membaca buku (kalau tidak salah) tentang perilaku diam-nya seseorang. menurut sang penulis buku bahwa dengan diam, seseorang sebenarnya menjadi memiliki waktu lebih untuk berpikir. dalam diam seseorang bisa merenung. dalam diam seseorang bisa menghayati makna. dalam diam seseorang bisa bermeditasi guna melejitkan diri. berbeda dengan orang yang terlalu banyak bicara (bahkan celakanya banyak membual) maka orang tersebut tidak memiliki waktu lebih untuk berpikir & merenung, waktunya habis untuk berbicara bahkan kadang apa yang dibicarakannya berangkat dari kekosongan pikiran. inilah bahaya terlalu banyak bicara apalagi banyak  membual. dengan banyak bicara pula sebenarnya ia (orang banyak bicara) sedang menunjukkan kekurangan dirinya, karena orang yang banyak bicara tidak memiliki waktu untuk memikirkan apa yang akan dibicarakan/disampaikan kepada orang lain juga tidak memiliki waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dibicarakan. maka dari situlah kekurangan bahkan keburukan dirinya telah ia tunjukkan kepada orang lain tanpa ia sadari.

    Maka tak salah rasanya ungkapan : “Diam Itu Emas” asalkan sesuai dengan kontek dan kondisi yang mengharuskannya untuk diam.

Categories: Tulisanku

0 thoughts on “Bermeditasi Dalam Diam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Tulisanku

Lie to me* (TV Series) : Your Gesture Reveal Yourself

    Psikologi merupakan salah satu bidang yang sangat saya gandrungi (selain dunia IT tentunya). Sejak tingkat SLTA kelas 2 saya mulai menyukai bacaan yang berkaitan dengan tema psikologi, hingga sekarang pun bacaan psikologi selalu menjadi Read more…

Tulisanku

Istriku Kau Tidak Memenuhi Kriteriaku…

  Malam itu adalah malam pertama kali kami berbincang. maklum karena hanya beberapa kali bertemu (didampingi muhrim) & tanpa banyak berbincang. kami sedikit melepas lelah setelah seharian menerima tamu undangan dengan saling berbincang. berbincang tentang Read more…

Film

Silicon Valley (TV Series) : Perjuangan Startup

      Film seri luar negeri memang tidak seperti film seri indonesia (baca:sinetron), film-film seri luar negeri seperti tidak setengah-setengah dalam memproduksinya. ada beberapa film seri luar negeri yang saya pernah & sedang tonton, diantaranya The Read more…